Minggu, 25 September 2011

MENCARI IDE KREATIF DAN PRODUKTIF[1]

Oleh: Askur Rahman, STP., MP.

Pendahuluan

Anda pasti pernah berpikir gimana sih cara mendapatkan ide? Meskipun sudah berusaha keras untuk mendapatkannya seringkali pertanyaan itu tidak terjawab. Biasanya, sesekali saya meluangkan waktu barang sebentar untuk berpikir sendiri dan menanyakan pada diri sendiri, dimana saya bisa mendapatkan kreativitas? Bagaimana saya dapat memacu kekreativitasan yang saya miliki?

Mempunyai ide kreatif dan produktif sampai mewujudkan ke dalam bentuk tindakan pastilah merupakan impian semua orang. Untuk mencapai prestasi tersebut, pastilah diperlukan usaha keras. Pada dasarnya, yang berhak menilai prestasi seorang adalah masyarakat. Masyarakat cenderung melihat frekuensi keberhasilan mewujudkan ide untuk menilai produktivitas seorang. Sedangkan untuk menilai kreativitas, masyarakat cenderung melihat orisinalitas dan manfaat dari ide-ide yang berhasil diwujudkannya.

Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa tahapan yg harus dilalui yaitu: menemukan gagasan atau ide tentang apa yang hendak ditulis atau diteliti. Banyak orang mengatakan bahwa menemukan ide kreatif merupakan perkara yang tidak mudah. Demikian juga, belum ada resep cespleng yang dapat digunakan setiap orang untuk menemukan ide cemerlang. Pengalaman masing-masing penulis atau peneliti dalam menemukan ide sangatlah beragam dan unik. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk membuat generalisasi yang dapat dipakai oleh semua orang pada semua kasus. Namun demikian, masih terdapat beberapa kesamaan yang setidaknya dapat dijadikan referensi untuk kita semua. Setelah menemukan ide, tahap selanjutnya adalah mewujudkan ide tersebut. Pekerjaan paling berat dan sulit harus dilakukan pada tahap ini. Oleh karena itu kegagalan juga sering terjadi pada tahap realisasi ini.

Mengapa Harus Kreatif?????

· Hidup selalu berhadapan dengan masalah, Anda perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Anda harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.

· Persaingan tidak pernah berhenti. Anda akan menghadapi seseorang yang sama dengan yang Anda lakukan. Anda harus kreatif menghasilkan ide-ide untuk membuat atau memperbaiki hasil Anda agar tetap unggul.

· Seringkali, yang membedakan Anda dengan orang lain ialah kreativitas Anda dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas Anda.

· Orang kreative tidak menyerah menyerah, karena selalu memiliki solusi alternatif.

Kriteria Ide yang Kreatif

Suatu ide dapat dikatakan kreatif jika ide tersebut BARU (singkatan dari Bermanfaat, Asli, Realistis, dan Unggul ) :

1. Bermanfaat; Ide bernilai tinggi hanya jika berpotensi memberi manfaat bagi banyak orang atau masyarakat luas dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi. Ide yang demikian, berpeluang besar untuk memberi keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun penemunya.

2. Asli; Ide bernilai tinggi jika benar-benar asli ( orisinil ) bukan tiruan, curian atau jiplakan dari ide orang lain.

3. Realistis; Ide sederhana yang relatif mudah diwujudkan sering kali jauh lebih berharga daripada ide muluk-muluk yang hanya merupakan otopia belaka.

4. Unggul; Ide baru juga bernilai tinggi hanya jika mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan teknik yang sudah ada atau cara yang sudah biasa digunakan sebelumnya. Sebagai contoh : lebih murah, lebih praktis, lebih ringan, lebih hemat, lebih enak, lebih aman, dan segala kebaikan yang lainnya.

Menumbuhkan Ide Kreatif

Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain:

1. Banyak membaca; Pada prinsipnya, mencari ide bukanlah mencari sesuatu yang berada di luar diri kita. Mencari ide adalah mencari sesuatu yang sudah ada dalam pikiran kita. Dengan banyak membaca, kita mengisi pikiran dengan bahan-bahan berupa potongan-potongan informasi. Bila rangkaian potongan-potongan informasi tersebut telah lengkap atau setidaknya hampir lengkap, maka akan tampak sebuah gambar/bentuk yang memiliki makna cukup jelas yang dapat berupa ide kreatif.

2. Sering mengamati; Mengamati tidak sama dengan melihat. Mengamati adalah melihat dengan mata dan otak. Kebanyakan orang, kalau melihat sesuatu benda atau kejadian yang menarik akan berhenti pada melihat dan mengagumi saja. Seorang peneliti tidak hanya sampai di situ saja, tetapi kemudian berfikir bagaimana bisa, mengapa demikian, dan seterusnya. Latihan mengamati ini perlu dilakukan sebagai kebiasaan hidup dan bukan hanya dilakukan ketika hendak meneliti saja.

3. Sering berdiskusi; Berdiskusi dengan orang lain yang mempunyai minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang sama dengan kita sangat diperlukan untuk memperdalam dan memperluas wawasan. Namun demikian, diperlukan juga diskusi dengan orang dengan minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang lain agar kita memiliki pemahaman yang lebih komprehensif pada aspek-aspek yang melingkupi bidang yang kita minati.

4. Mendengar keluhan, kritik dan saran; Kalau kita bisa mendengar dan menyaring keluhan, kritik, dan saran dari orang lain, tidak jarang terdapat cikal bakal ide cemerlang yang tanpa sengaja mereka sampaikan kepada kita.

5. Mengagumi dan menikmati alam; Sesekali menikmati keindahan alam seperti gunung, sungai, danau, hutan atau laut sering memberikan banyak inspirasi.

6. Berfikir tidak mengikuti mainstream; Perlu belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda dengan yang dipikirkan dan dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun tidak asal berbeda, tapi memiliki kelebihan dibandingkan dengan cara biasa.

7. Berdoa; Segala usaha manusia tidak akan ada hasilnya jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Mewujudkan Ide Kreatif

Untuk mewujudkan sebuah ide kreatif, perlu usaha keras pantang menyerah. Terutama untuk ide yang rumit, canggih, dan perlu biaya banyak, caranya antara lain :

1. Membentuk team kerja; Untuk ide yang sederhana, dapat dikerjakan sendiri tanpa banyak hambatan. Sedangkan untuk ide yang rumit, canggih, dan perlu biaya besar, lebih bijaksana kalau dikerjakan oleh team. Pengetahuan dan ketrampilan dari masing-masing anggota team hendaknya beraneka macam sehingga saling melengkapi satu sama lain.

2. Membuat rencana kerja; Rencana kerja yang detail dan jelas akan membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dan sumber daya yang ada. Peran flowchart dan time table sangat membantu untuk menentukan alur tercepat jika ada beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan secara simultan.

3. Mencari dana; Dana dapat bersumber dari kantong sendiri atau dari donatur (sponsor). Untuk meyakinkan donatur atau sponsor, musti ada dulu team kerja yang solid dan rencana kerja yang baik.

4. Kerja keras; Supaya sukses, kita perlu kerja keras dengan mengerahkan segenap kemampuan secara 100 %. Jika tidak, maka kegagalan sudah menghadang di depan mata.

5. Menjaga semangat kerja; Menjaga agar tetap semangat dalam menghadapi berbagai kesulitan sangatlah penting. Sebelum dan selama bekerja, perlu ditanamkan keyakinan bahwa ide tersebut mungkin untuk diwujudkan.

6. Evaluasi dan pengujian; Setelah melewati tahap-tahap tertentu yang sudah direncanakan, musti dilakukan evalusi proses dan hasil kerja untuk peningkatan mutu proses pada tahap berikutnya.

7. Mengasah pengetahuan dan keterampilan; mempertajam pengetahuan dan ketrampilan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan ketrampilan teknis yang kita kuasai dibandingkan dengan tingkat kecanggihan dan kompleksitas ide kreatif yang akan diwujudkan.



[1] Disampaikan pada diklat anggota baru UKMF Penalaran Fak. Pertanian Unijoyo pada tanggal 21 November 2009

 
Copyright 2009 Askur Rahman, STP., MP. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan