Oleh: Askur Rahman, STP., MP.
Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menunjukkan semangat para pemuda untuk mencapai satu tujuan, yaitu kemerdekaan Indonesia. Saat itu, mereka tidak melihat perbedaan suku dan bahasa.
Kalau bebrbicara pemuda sepintas langsung saya ingat terhadap pernyataan Bung Karno yaitu “Beri aku 10 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 1 orang muda maka akan kuguncangkan dunia”. Pernyataan Bung Karno tersebut mengandung makna betapa hebatnya kaum pemuda sehingga dengan 1 orang pemuda dapat mengguncang dunia.
Pernyataan Bung Karno di atas telah terbukti dari catatan sejarah, bahwa (1). pemuda yang mengawali negara ini untuk pertama kalinya mengenal satu buah bahasa nasional yang menyatukan ratusan dialek lokal di bumi nusantara. Kita tidak pernah membayangkan bagaimana kita harus berkomunikasi dengan orang di Aceh atau Papua pada dewasa ini jika 83 tahun yang silam deklarasi serupa tidak diikrarkan. (2). pemuda juga yang telah mendobrak ortodoksi kekuasaan dan kungkungan kebebasan berpolitik di wajah sang Republik pada tahun 1998. Dan (3). pemuda juga yang meyakinkan para pemimpin di Republik ini bahwa perubahan itu bukan tentang bagaimana untuk memulainya melainkan kapan untuk memulainya.
Catatan sejarah di atas menunjukkan bahwa betapa hebatnya pemuda masa lalu dalam merubah negeri tercinta ini ke arah yang lebih baik, dengan mengabaikan perbedan-perbedaan. Semangat mempersatukan Nusantara tercermin dalam catatan sejarah yang telah ditorehkan oleh kaum pemuda masa lalu. Nasionalisme yang sangat mendalam telah ditunjukkan oleh kaum pemuda masa lalu. Seharusnya kita sebagai pemuda penerus bangsa harus mencontoh semangat pemuda masa lalu dalam membela dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.
Namun bebrapa pertanyaan yang muncul kalau berbicara pemuda sekarang, bagaimana dengan pemuda saat ini? Apakah semangat Nasionalisme pemuda masa lalu masih tercermin dalam pemuda saat ini? Benarkah pemuda sekarang ini akan mampu membawa perubahan NKRI ini ke arah yang lebih baik? Betulkah pemuda saat ini mampu mengguncang dunia seperti yang telah disampaikan Bung Karno? Kontribusi apa saja yang telah diberikan pemuda saat ini pada Bangsa ini? Banyak pernyataan muncul kalau melihat realita yang terjadi pada saat ini.
Berikut ini saya mencoba untuk sedikit membandingkan perbedaan pemuda pada era 1928an dengan pemuda saat ini:
| Uraian | Pemuda tahun1928 | Pemuda Saat Ini |
| Nasionalisme | Semangat mempersatukan NKRI deng tidak melihat perbedaan suku dan bahasa | Mempermasalahkan perbedaan, kerap kali menjadi sumber konflik |
| Prestasi | Mampu melahirkan gagasan dan pemikiran besar demi kejayaan bangsa. | Sedang sibuk mencari pekerjaan |
| Idealisme | Mempunyai idealism tinggi dengan visi persatuan. Mereka membuang perbedaan untuk bangkit malawan penjajah | Sikap nrimo lebih mengemuka |
| Mengolah persoalan bangsa | Persoalan bangsa menjadi pemersatu | Persoalan bangsa tidak menjadi pemersatu, bahkan kerap kali menjadi pemicu terjadinya konflik. |
Disamping itu, sering kita mendengar, melihat di media elektronik atau cetak tentang kasus-kasus yang mencoreng nama baik pemuda, misalnya: pemuda yang melakukan hubungan sex pranikah, pemuda yang terjerumus ke dalam dunia narkoba, pemuda melakukan perkelahian antar sesamanya terutama kaum pelajar, dan banyak kasus-kasus lain yang dilakukan oleh kaum pemuda.
Ada bebarapa hal menurut pendapat saya pemuda melakukan hal-hal yang tidak terpuji tersebut, diantaranya: (1). Semakin menghilangnya rasa saling menghormati dan saling menghargai di antara sesama; (2). Menghilangnya rasa kebersamaan dan tolong menolong; (3). Melemahnya rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa; (4). Ketidak pedulian pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (5). Melemahnya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama; (6). Berprilaku yang tidak menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum, dan nilai-nilai budaya; dan (6) Tidak berprilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.
Maka dari itu untuk membangkitkan kembali kaum pemuda setidaknya mengembalikan kembali ;
(1) Rasa saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta dilingkungan berbangsa dan bernagara.
(2) Menumbuhkan rasa kebersamaan dan tolong menolong.
(3) Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan
(4) Meningkatkan rasa kepedulian pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(5) Memperbaiki moral, akhlak para pemuda yang dilandasi oleh nilai-nilai agama;
(6) Berprilaku yang menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum, dan nilai-nilai budaya;
(7) Berprilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.
Ketujuh hal inilah, yang perlu kita kembangkan sebagai modal terbesar bagi pemuda dalam mengokohkan nasionalisme dan memperkuat pembentukan karakter bangsa (nation and character building), demi menuju masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan bermartabat.

0 komentar:
Posting Komentar